Tag Archives: Indonesia

Budaya Menge-bel Orang Indonesia

14 Jun

“Tin tin tin tin!”

Begitulah suara yang saya dengar pagi ini. Ternyata, asalnya dari mobil si bapak yang ada di belakang saya. Haduh, bikin males aja deh kalo pagi-pagi udah di bel-bel in. Jujur aja, saya ga begitu suka dengan budaya menge-bel orang Indonesia. It sounds annoying! Bayangin kalo jalanannya udah macet, waktu kurang 5 menit lagi sebelum kuliah dimulai, jalannya juga masih jauh, ditambah orang ngebel! Duh stres stres stres yakaaan.

Sebenernya sih, ngebel itu buat apa sih? Kalo menurut saya pribadi, ngebel itu buat sign kalo kita nglengek, nyetir nya ngga bener. Ngebel itu sebenernya udah bagian kehidupan sehari-hari sih tetapi kenapa ya kok saya tetep aja nggak bisa ngerasa biasa dengan bunyi bel? Mungkin karena pemahaman yang udah ada semenjak SMP ya.. Jadi waktu itu, saya kan lagi demen-demennya tuh sama yang jepang-jepangan. Suatu ketika, saya dapet pengetahuan yang baru buat saya tentang jalan di Jepang itu.

Jadi, di Jepang itu hampir ga ada orang ngebel-ngebel kaya di Indonesia ini. Kenapa? Karena selain bikin rame jalanan, ngebel dianggap ga sopan juga. Coba bayangin kalo di Indonesia seperti itu 😛

Saya sendiri kalo dapet tugas sebagai sopir jarang sekali membunyikan klakson. Sampai-sampai dulu pernah mama saya (waktu itu duduknya di samping) mengambil alih tugas ngebel mengebel nya sopir hehehe. Kalo anggepan saya, selain karena pengen menerapkan budaya itu, saya juga kasian kalo ngebel. Ngebel kan bunyinya keras, kalo orang yang dibelin merasa terganggu, gimana? Kebetulan juga saya orangnya suka yang kalo ngelakuin sesuatu suka nanya ke diri sendiri dulu, “kira-kira kalo saya diginiin, bakal seneng ga ya?” kalo saya nya aja ngga suka dikaya gituin, ngapain saya nerapinnya ke orang lain?

Hehe, oke. Sekian dulu postingan kali ini. Cuman celotehan biasa, dan kalo misalnya ada yang ngga setuju sama opini saya, ya monggo. Setiap orang kan punya opini masing-masing. Tetap bersyukur atas rahmat-Nya. Have a nice day 🙂

Advertisements

Bangun Indonesia-mu!

2 Jun

Era globalisasi di Indonesia sendiri, kalau tidak salah, diperkirakan akan terasa pada tahun 2015, seiring dengan dibukanya jalur perdagangan internasional. Tetapi, di tahun 2011 ini sudah bisa kita rasakan dampaknya di Indonesia. Cina, seperti yang kita tahu, adalah negara yang ekonominya melaju dengan pesat. Mereka bisa membuat barang yang sama dengan kita, dengan kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih murah. Hal ini membuat konsumen di Indonesia cenderung menggunakan barang dari Cina, dimana kita tahu, bahwa negeri sendiri juga memproduksinya.

This is why “Cintai Produk dalam Negeri” campaign is happening everywhere. Iklan-iklan di TV pun mulai menampilkan tagline “Cintai Produk dalam Negeri”. Disinilah pentingnya inovasi untuk kemajuan Indonesia. Indonesia sebenarnya mempunyai sumber daya yang bagus, hal ini diketahui dari banyaknya komunitas-komunitas yang terbentuk untuk meningkatkan kemampuan pemuda Indonesia dalam bidang yang disukainya.

Dalam bidang kepemimpinan misalnya, ada organisasi Indonesian Future Leaders (IFL) dan Indonesian Youth Conference (IYC). IFL sendiri didirikan pada tahun 2009 oleh M. Iman Usman, Niwa Rahmad Dwitama, Andhyta Firselly Utami, Rafika Primadesti, Dian Aditya Ning Lestari, Stephanie Hardjo, dan Audry Maulana. IFL sendiri didirikan dengan tujuan agar pemuda Indonesia bisa berhasil dalam bidangnya masing-masing dan memberikan inspirasi yang positif bagi orang-orang di sekitarnya. Sesuai dengan mottonya, It all starts from us, IFL menggelar proyek-proyek seperti Speak Up!, Parlemen Muda Indonesia, dan Petualangan Sabtu Minggu.

Lain lagi halnya dengan Indonesian Youth Conference (IYC). IYC dibentuk untuk meningkatkan kepedulian remaja akan isu-isu yang berkembang di sekitarnya dan bergerak secara aktif untuk mengatasi masalah tersebut. IYC mempunyai dua kegiatan, seperti forum dan festival. Anggota forum dipilih dari seluruh Indonesia untuk mewakili provinsi masing-masing, yang diharapkan nantinya akan berinovasi untuk melahirkan suatu gerakan di lingkungannya.

Itu tadi inovasi pemuda Indonesia dalam bidang kepemimpinan. Sekarang, kita melangkah ke bagian self improvement. Bagaimana kita bisa membentuk suatu negara yang baik jika masing-masing dari kita belum memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita?

Young On Top Campus Ambassador, yang digagas oleh Billy Boen, dimaksudkan agar terbentuk duta-duta kampus di Indonesia yang siap menerapkan nilai-nilai di buku Young On Top dalam kehidupannya sehari-hari dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk berbuat hal yang serupa. Buku Young On Top sendiri, sesuai dengan judulnya, mengajak generasi muda yang sekarang untuk mencapai sukses di usia kurang dari 50 tahun. Di buku ini, diberikan kiat-kiat how to be a success person in your life, walaupun sukses tidaknya seseorang tidak bisa diukur dari terbelinya buku ini, tetapi dari kita sendiri, yang mampu mempraktekkan nilai-nilai tersebut.

Selain itu, adalah seorang Farah Farce dan Muhammad Yahya Harlan, yang dalam usia muda mampu menginspirasi orang lain berkat usahanya. Farah Farce, yang bernama asli Farah Kemala Qurratu’aini, memulai usaha di bidang fashion sejak kelas 9 SMP. Farah, yang sekarang berusia 16 tahun menjalankan bisnisnya dengan cara mengimpor langsung produk fashion bermerk dari negara-negara di Asia.

Muhammad Yahya Harlan, yang belakangan ini populer berkat situs yang dibuatnya, SalingSapa.com kini masih berusia 13 tahun. SalingSapa dibuat menyerupai Facebook dengan tampilan dan fitur yang lebih islami dan Indonesia-wi.

Mereka-mereka yang tersebut di atas, di usia yang masih muda sudah mulai merintis hasil usahanya sendiri. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? 😀

Mari mulai berinovasi dengan karyamu sendiri. Buat sesuatu yang baru, atau setidaknya memiliki nilai tambah dibanding usaha yang telah ada. Lihatlah sekitarmu. Lihatlah Indonesia mu sekarang. Apakah sudah sesuai harapanmu? Akankah dengan kondisinya yang seperti ini, Indonesia bisa bertahan di tengah era globalisasi yang melanda?

Aku percaya 100% bahwa Indonesia punya sumber daya alam dan manusia yang sangat hebat. Contoh saja, Pak Habibie. Beliau dikenal sebagai motor dirgantara, yang mana sayangnya, di Indonesia sendiri tidak begitu dipedulikan :(. Ah, kita tidak tahu kan, mungkin saja ketika tiba masa pemuda Indonesia memimpin, lahir Habibie Habibie junior yang tidak kita bayangkan sebelumnya.

Ayo torehkan prestasimu demi mengharumkan nama bangsa! Buat Indonesia bangga padamu! Sesuai motto Obama dalam kampanye presidennya, Yes, You CAN!

 

p.s : this is what I wrote for Compfest 2011. Too bad it’s already over 😦